Kamis, 29 Januari 2026

Pusat Syiar Digital Muhammadiyah (PSDM) menggelar Webinar Ngaji Syiar Digital Berkemajuan: Optimalisasi Kecerdasan Buatan untuk Dakwah Digital

 

Image createdWebinar Syiar Digital dengan AI

Pusat Syiar Digital Muhammadiyah (PSDM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan Webinar Ngaji Syiar Digital Berkemajuan dengan tema “Memanfaatkan Kecerdasan Buatan dalam Syiar Digital” secara daring. Kegiatan ini diikuti oleh pegiat dakwah digital, pengelola media Muhammadiyah, mahasiswa, serta masyarakat umum dari berbagai daerah di Indonesia.

Arif Nurcholis dalam sambutanya menyampaiakan kegiatan Webinar ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas kader Muhammadiyah dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai sarana penguatan syiar Islam yang berkemajuan, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Wahyu Suhadi Dalam pemaparannya, menjelaskan bahwa kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas syiar digital, mulai dari pengelolaan konten dakwah, penulisan naskah, desain visual, pengolahan video, hingga analisis audiens media sosial. Pemanfaatan AI diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penyampaian pesan dakwah tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan prinsip dakwah Muhammadiyah.

Galih Pamungkas yang merupakan salah satu peserta dari Kotaagung, Tanggamus merasa sangat senang dan bangga mengikuti kegiatan Webinar Ngaji Syiar Digital berkemajuan ini karena Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif. sehingga Peserta antusias mengajukan pertanyaan seputar etika penggunaan AI dalam dakwah, tantangan syiar digital di era disrupsi teknologi, serta strategi agar konten dakwah tetap mencerahkan dan berkemajuan.

Melalui webinar ini, Pusat Syiar Digital Muhammadiyah (PSDM) Pimpinan Pusat menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi digital dalam gerakan dakwah. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk mengembangkan syiar digital Muhammadiyah yang adaptif terhadap teknologi, sekaligus tetap berlandaskan pada nilai Islam dan kemanusiaan. (PakB)

Minggu, 25 Januari 2026

Kajian Bulanan Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tanggamus Tarhib Ramadhan Amalan Bulan Rajab dan Sya’ban, serta Permasalahan Seputar Ziarah Kubur

 

Kotaagung- Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tanggamus menyelenggarakan Kajian Rutin Bulanan pada Ahad, 25 Januari 2025, bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kotaagung. Kegiatan ini mengangkat tema “Tarhib Ramadhan” sebagai bentuk persiapan warga Muhammadiyah dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H dengan tertib, terencana, dan berlandaskan tuntunan syariat. Bertindak sebagai pemateri adalah Ustadz.Dr,Bairus Salim,M,A  merupakan Majelis Tajih PWM Lampung

Pengajian bulanan tersebut diikuti oleh jajaran Pleno Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tanggamus, pimpinan majelis dan lembaga, Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah se-Kabupaten Tanggamus, organisasi otonom, serta warga Muhammadiyah dan masyarakat umum. Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran yang memenuhi Gedung Dakwah sejak pagi hari.

Ihsannudin Selaku Pleno PDM Kabupaten Tanggamus dalam sambutannya menyampaikan tentang hasil dari ToT yang di selenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Provinsi Lampung 16 Januari 2026 tentang Satu Data Muhammadiyah (SatuMu) yang mencakup  Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM), Sebagai wadah untuk mengelola seluruh organisasi yang berada di dalam Persyarikatan Muhammadiyah. Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM), yang melalui sistem e-KTAM, data identitas dan keanggotaan warga Muhammadiyah dikelola secara nasional dan terintegrasi. IuranMu Sistem digital untuk pengelolaan dan distribusi iuran anggota secara terpusat, transparan, dan terintegrasi. Jaringan Informasi dan Dokumen Hukum (JIDH), Pusat data hukum, keputusan, dan kebijakan yang menjadi rujukan seluruh entitas Persyarikatan Muhammadiyah.

Beliau juga mengingatkan agar masing-masing Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) segera segera menugaskan Agen dan Verifikator agar SatuMu yang berada dalam aplikasi MASA platform digital terpadu yang mendukung tata kelola Persyarikatan Muhammadiyah dan membangun Satu Data Muhammadiyah melalui integrasi layanan keanggotaan, organisasi, iuran, dan layanan lainnya. segera dapat terealisasikan sampai tingkatan ranting

Sementara itu Ustadz.Dr,Bairus Salim,M,A dalam meterinya menyampaikan tentang Tarhib Ramadhan sebagai bentuk persiapan warga Muhammadiyah dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H dengan tertib, terencana, dan berlandaskan tuntunan syariat. Menyambut Bulan Ramadhan seyogyanya di mulai dalam Bulan Rajab dalam mempersiapkannya.

Abu Bakr Al-Balkhi rahimahullah pernah mengatakan: ِ

“Bulan Rajab adalah bulan menanam, bulan Sya’ban adalah bulan menyirami tanaman dan bulan Ramadhan adalah bulan memanen tanaman.”

 

Dan dia juga mengatakan: َ

“Perumpamaan bulan Rajab adalah seperti angin, bulan Sya’ban seperti awan yang membawa hujan dan bulan Ramadhan seperti hujan. Barang siapa yang tidak menanam di bulan Rajab dan tidak menyiraminya di bulan Sya’ban bagaimana mungkin dia memanen hasilnya di bulan Ramadhan.” (Lathaiful-Ma’arif libni Rajab Al-Hanbali hal. 130)

Bulan Rajab adalah bulan yang haram, dikatakan bulan yang haram karena  

Al Qodhi Abu Ya’la rahimahullah mengatakan, “Dinamakan bulan haram karena dua makna:

1.   Pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian.

2.      Pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan tersebut.

3.     Memperbanyak melakukan ketaatan seperti memperbanyak puasa sunnah

 

Amalan di bulan Sya’ban :

1.      Memperbanyak Puasa Sunnah

Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha bahwasanya dia berkata, “Dulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sampai kami mengatakan bahwa beliau tidak berbuka, dan berbuka sampai kami mengatakan bahwa beliau tidak berpuasa. Dan saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasa dalam sebulan kecuali di bulan Ramadhan. Dan saya tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada bulan Sya’ban.” (HR Al-Bukhari no. 1969 dan Muslim 1156/2721)

2.      Memperbanyak Membaca Al-Quran

Salamah bin Kuhail rahimahullah (Muhaddits Tabi’in) berkata: “Dulu dikatakan bahwa bulan Sya’ban adalah bulan para qurra’ (pembaca Al-Qur’an).” Begitu pula yang dilakukan oleh ‘Amr bin Qais rahimahullah apabila beliau memasuki bulan Sya’ban beliau menutup tokonya dan mengosongkan dirinya untuk membaca Al-Qur’an”. (Lathaiful-Ma’arif libni Rajab Al-Hanbali hal. 138)

3.      Memperbanyak amal sholih lainnya

Abu Bakr Al-Balkhi rahimahullah pernah mengatakan: “Bulan Rajab adalah bulan menanam, bulan Sya’ban adalah bulan menyirami tanaman dan bulan Ramadhan adalah bulan memanen tanaman (Lathaiful-Ma’arif libni Rajab Al-Hanbali hal. 130)

4.      Menjauhi perbuatan syirik dan permusuhan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah muncul di malam pertengahan bulan Sya’ban dan mengampuni seluruh makhluknya kecuali orang musyrik dan musyahin.” (HR Ibnu Majah no. 1390. Di-shahih-kan oleh Syaikh AlAlbani dalam Shahih Sunan Ibni Majah)

 

Sefudin selaku ketua majelis Tabligh PDM Tanggamus mengatakan bahwa pengajian bulanan ini merupakan momen agenda warga Muhammadiyah untuk memperkuat pemahaman keislaman anggota serta menyamakan visi gerakan dakwah, khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Ia berharap tema Tarhib Ramadhan dapat menjadi pedoman bagi seluruh amal usaha dan warga Muhammadiyah dalam menjalankan program Ramadhan yang tertib, efektif, dan memberi dampak nyata bagi umat. (Pak B) 

Materi Selengkapnya :

https://drive.google.com/file/d/1nGoBok94ZEn1tLV3jTcbV2M1kZXxu13h/view?usp=sharing



Jumat, 23 Januari 2026

Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tanggamus mengikuti Pelatihan Muballigh yang di selenggarakan oleh Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah (PWM) Lampung, Menguatkan Dakwah Bertauhid, Berkemajuan, dan Mencerahkan

 

Metro — Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Provinsi Lampung menggelar kegiatan Pelatihan Muballigh Muhammadiyah yang di selenggarakan di Pontren Attanwir Metro pada hari Jum’at – Ahad tanggal 23 – 25 Januari 2025. Kegiatan ini diikuti oleh para muballigh, dai, dan kader Muhammadiyah dari berbagai daerah di Provinsi Lampung.

Pelatihan ini mengusung tema “Bertauhid, Berkemajuan, dan Mencerahkan”, sebagai penguatan peran muballigh Muhammadiyah dalam menyampaikan dakwah Islam yang berlandaskan tauhid murni, berorientasi pada kemajuan umat, serta mampu memberikan pencerahan bagi masyarakat di tengah tantangan zaman.

Dalam sambutannya Bejo Susanto Selaku Pleno Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung mengatakan bahwa muballigh Muhammadiyah memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dakwah persyarikatan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas, wawasan keislaman, serta kemampuan komunikasi dakwah yang adaptif, kontekstual, dan solutif.

Kegiatan ini menghadirkan para narasumber dari unsur pimpinan Muhammadiyah dan tokoh dakwah yang berkompeten di bidangnya. Materi yang disampaikan meliputi penguatan akidah tauhid, strategi dakwah berkemajuan, serta pendekatan dakwah yang mencerahkan dan menyejukkan umat.

Saefudin Selaku Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tanggamus yang merupakan salah satu peserta dari Tanggamus merasa senng dan bangga serta antusias mengikuti setiap sesi pelatihan, beliau juga berharap kegiatan ini  mampu melahirkan muballigh Muhammadiyah yang tidak hanya kuat secara ideologis, tetapi juga mampu menjawab persoalan umat dengan bijaksana dan penuh hikmah.

Melalui pelatihan ini, Muhammadiyah Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus menyiapkan kader-kader dakwah yang berintegritas, berkemajuan, dan berkontribusi nyata dalam membangun masyarakat Islam yang berkemajuan dan tercerahkan.(Adam)





Sabtu, 17 Januari 2026

Percepat Pembangunan dan Mutu Pendidikan, SMK Muhammadiyah Sastro Soesito Gelar Rapat Koordinasi di SMP Muhammadiyah 1 Wonosobo

 

WONOSOBO – Dalam upaya memperkuat tata kelola institusi dan memastikan keberlanjutan infrastruktur pendidikan, SMK Muhammadiyah Sastro Soesito (Muh Sa Soe) Wonosobo menyelenggarakan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pembangunan serta Pembelajaran. Kegiatan strategis ini dilaksanakan di gedung SMP Muhammadiyah 1 Wonosobo pada Sabtu (17/1/2026).

Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan tinggi organisasi, di antaranya Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonosobo beserta Anggota Pleno, serta Majelis Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen) dan Pendidikan Nonformal (PNF) Kecamatan Wonosobo. Kehadiran para tokoh ini menegaskan dukungan penuh terhadap perkembangan amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan.

Agenda utama rapat membahas percepatan dan keberlanjutan pembangunan gedung SMK Muhammadiyah Sastro Soesito yang berlokasi di Desa Dadi Mulyo, Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus. Pembangunan ini menjadi prioritas utama guna menyediakan fasilitas belajar yang representatif dan modern bagi para siswa.

Selain infrastruktur, rapat juga merumuskan program dan strategi khusus untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027. SMK Muh Sa Soe berkomitmen untuk menjaring calon siswa dengan pendekatan inovatif yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Peningkatan Kapasitas SDM

Dalam sesi evaluasi pembelajaran, dibahas mengenai langkah-langkah peningkatan kapasitas tenaga pendidik (guru) dan tenaga kependidikan. Hal ini bertujuan agar kualitas lulusan SMK Muh Sa Soe mampu bersaing di kancah profesional melalui bimbingan tenaga pengajar yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Dukungan Donatur dan Simpatisan

Kegiatan ini terasa semakin khidmat dengan hadirnya para donatur pembangunan, warga, serta simpatisan Muhammadiyah Kecamatan Wonosobo. Keterlibatan aktif para pemangku kepentingan ini menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dalam mendukung kemajuan pendidikan di Wonosobo.

Melalui koordinasi ini, SMK Muhammadiyah Sastro Soesito optimis dapat menjadi lembaga pendidikan unggulan yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, baik melalui fasilitas yang memadai maupun mutu pendidikan yang berkualitas tinggi.(Aryo)

Jumat, 16 Januari 2026

Perkuat Inovasi Sosial, LAZISMU Tanggamus Gelar Rakerda 2026 dan Tebar Wakaf Al-Qur’an

 

GISTING – Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) Pimpinan Daerah Tanggamus sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) pada Jumat, 16 Januari 2026. Bertempat di Gisting, kegiatan tahun ini mengusung tema strategis: "Sinergi Penguatan Inovasi Sosial yang Kolaboratif, Berdampak, dan Berkelanjutan."

Rakerda ini menjadi momentum krusial bagi konsolidasi gerakan filantropi di Kabupaten Tanggamus. Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran Pengurus Lazismu Wilayah Lampung, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tanggamus, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Tanggamus, jajaran Pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta seluruh Kantor Layanan Lazismu (KLL) se-Tanggamus.

Salah satu agenda utama dalam Rakerda ini adalah penyaluran Wakaf Al-Qur'an yang diserahkan secara simbolis kepada sejumlah Pondok Pesantren Muhammadiyah yang tersebar di wilayah Tanggamus. Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen Lazismu dalam mendukung pendidikan Islam dan pemberantasan buta aksara Al-Qur'an di kalangan santri.

Selain itu, forum ini memfokuskan pembahasan pada persiapan program-program unggulan menyongsong bulan suci Ramadhan 2026. Lazismu Tanggamus menargetkan program yang lebih inklusif agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.

Ketua Lazismu Tanggamus dalam arahannya menekankan bahwa Rakerda ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan upaya peningkatan kompetensi bagi seluruh pengurus di tingkat daerah, KLL Cabang, maupun pengelola di AUM. "Kita harus memastikan bahwa tata kelola zakat dilakukan secara profesional dan transparan. Penyaluran kepada penerima manfaat (mustahik) harus tepat sasaran dan memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan mereka," ungkapnya.

Melalui Rakerda ini, Lazismu Tanggamus menegaskan kembali komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Dengan sinergi kolaboratif antar-elemen Muhammadiyah, Lazismu optimis dapat menciptakan inovasi sosial yang berkelanjutan guna menjawab berbagai tantangan sosial-ekonomi di Kabupaten Tanggamus.(Aryo)

PWM Lampung Gelar Training of Trainer Implementasi SatuMu di Gedung Dakwah PWM Lampung

 

Lampung – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Provinsi Lampung menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer (ToT) Implementasi Satu Data Muhammadiyah (Satu pada Jumat, 16 Januari 2026, bertempat di Gedung Dakwah PWM Lampung. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan dan percepatan implementasi Sistem Aplikasi Terpadu Muhammadiyah  (SatuMu) di seluruh wilayah Lampung.

Kegiatan ToT Implementasi  SatuMu tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai unsur pimpinan dan pelaksana organisasi Muhammadiyah, di antaranya Ketua dan Sekretaris Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) serta Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCR PM) PWM Lampung, Ketua dan Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Lampung, para verifikator dan agen SatuMu PWM Lampung, sekretariat/operator PWM Lampung, serta Ketua dan Sekretaris MPI dan LPCR PM PDM se-Lampung. Selain itu, turut hadir pula verifikator dan agen SatuMu PDM se-Lampung serta sekretariat/operator PDM se-Lampung.

Ir. Jamhari Hadi Purwanta, MP selaku Pleno Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung dalam sambutannya mengatakan perkembangan digitalisasi dalam pengelolaan organisasi menjadi sebuah keniscayaan di era modern saat ini. Muhammadiyah menyambut dengan meluncurkan SatuMu yang merupakan Gerbang layanan digital sebagai platform digital terpadu yang mendukung tata kelola Persyarikatan Muhammadiyah dan membangun Satu Data Muhammadiyah melalui integrasi layanan keanggotaan, organisasi, iuran, dan layanan lainnya.

Prof. Muchlas ketua Majelis Pustaka dan Informasi  (MPI) Pimpinan Pusat yang hadir secara daring menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang sudah terlibat dalam pengembangan Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM), Sebagai wadah untuk mengelola seluruh organisasi yang berada di dalam Persyarikatan Muhammadiyah. Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM), yang melalui sistem e-KTAM, data identitas dan keanggotaan warga Muhammadiyah dikelola secara nasional dan terintegrasi. IuranMu Sistem digital untuk pengelolaan dan distribusi iuran anggota secara terpusat, transparan, dan terintegrasi. Jaringan Informasi dan Dokumen Hukum (JIDH), Pusat data hukum, keputusan, dan kebijakan yang menjadi rujukan seluruh entitas Persyarikatan Muhammadiyah. Prof. Muchlas juga berharap nanti ada kesamaan visi dan pandangan dalam Implementasi SatuMu

Para peserta dibekali pemahaman konseptual dan teknis terkait pengelolaan serta pemanfaatan platform SatuMu, termasuk proses verifikasi data, peran agen, dan optimalisasi sistem dalam mendukung tata kelola organisasi Muhammadiyah yang modern, tertib administrasi, dan berbasis digital.

PWM Lampung berharap, melalui Training of Trainer SatuMu ini, para peserta dapat menjadi pelatih dan penggerak di tingkat daerah masing-masing, sehingga implementasi SatuMu dapat berjalan secara masif, seragam, dan berkelanjutan di seluruh PDM se-Provinsi Lampung.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme, ditandai dengan diskusi interaktif serta praktik langsung penggunaan aplikasi SatuMu sebagai bekal bagi peserta dalam menjalankan peran strategisnya di wilayah dan daerah.(Pak B)


Senin, 12 Januari 2026

Perkuat Tata Kelola Pendidikan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), PDM Tanggamus Gelar Konsolidasi Dengan Kepala AUM Se-Kabupaten

 

Gisting – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tanggamus melalui Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) menggelar rapat konsolidasi yang menghadirkan seluruh Kepala Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) pendidikan se-Kabupaten Tanggamus pada Senin (12/1/2026).

Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh jajaran Pleno PDM Tanggamus Bidang Pendidikan, Bapak Muhibbun, M.Pd. Fokus utama pertemuan ini adalah melakukan pembenahan terhadap manajemen internal sekolah guna mewujudkan tata kelola pendidikan yang berkemajuan.

Dalam arahannya, Bapak Muhibbun menekankan pentingnya standarisasi dalam pengangkatan jabatan strategis di sekolah. Pembahasan mencakup mekanisme pengangkatan Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, hingga staf pegawai. Selain itu, PDM juga melakukan pendataan mendalam terhadap pegawai yang akan memasuki masa Purna Bakti (pensiun). Hal ini dilakukan agar proses regenerasi kepemimpinan di sekolah Muhammadiyah berjalan stabil dan tidak meninggalkan kekosongan manajerial.

Selain urusan SDM, konsolidasi ini menyoroti dua pilar utama stabilitas sekolah: Pengelolaan Keuangan dan Asesmen Sarana Prasarana (Sarpras). PDM Tanggamus menginstruksikan seluruh kepala sekolah untuk menerapkan sistem pelaporan keuangan yang akuntabel dan transparan.

“Kelengkapan administrasi bukan sekadar urusan kertas, tapi soal integritas. Kita ingin seluruh sekolah Muhammadiyah di Tanggamus memiliki standar administrasi yang sama, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Muhibbun.

Terkait sarana prasarana, PDM melakukan audit terhadap kondisi fisik bangunan dan aset yang dimiliki oleh persyarikatan. Hal ini bertujuan untuk memetakan gedung-gedung yang membutuhkan perbaikan segera sehingga pelayanan pendidikan tetap optimal dan aman bagi siswa.

Dengan adanya konsolidasi ini, diharapkan seluruh sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Tanggamus memiliki keserapan persepsi dalam manajemen, sehingga tercipta ekosistem pendidikan yang profesional dan unggul dalam pelayanan. (Aryo)




Minggu, 11 Januari 2026

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tanggamus Gelar Sosialisasi Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (eKTAM), Optimalkan Aplikasi MASA sebagai Pusat Data Warga Perserikatan Muhammadiyah

 


Gisting – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tanggamus secara resmi menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah Elektronik (eKTAM) pada Senin (12/1/2026). Kegiatan ini difokuskan pada pengenalan dan penggunaan Aplikasi MASA (Muhammadiyah 'Aisyiyah Super App) sebagai platform digital terintegrasi bagi warga persyarikatan.
Acara yang berlangsung jajaran Pleno PDM Tanggamus, para pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Tanggamus, kepala Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se Kabupaten Tanggamus, serta pimpinan Organisasi Otonom (Ortom) tingkat daerah se-Tanggamus.

Tujuan utama dari sosialisasi ini adalah untuk penyamaan persepsi di seluruh tingkatan pimpinan mengenai pentingnya digitalisasi data melalui E-KTAM. Dengan Aplikasi MASA, PDM Tanggamus berupaya membangun basis data yang akurat, mutakhir, dan transparan bagi seluruh warga serta simpatisan Muhammadiyah di wilayah Kabupaten Tanggamus.
"Melalui sosialisasi ini, kami berharap seluruh pimpinan baik di tingkat Cabang, AUM, maupun Ortom memiliki pemahaman yang sama. Aplikasi MASA bukan sekadar kartu identitas digital, melainkan pusat data strategis untuk memetakan potensi dan kekuatan warga Muhammadiyah," ujar Bapak Muhibun selaku wakil ketua PDM Tanggamus dalam sambutannya.

Aplikasi MASA sendiri dirancang untuk memudahkan proses administrasi keanggotaan. Dengan sistem elektronik ini, warga dapat secara mandiri memperbarui data, sementara pimpinan dapat memantau perkembangan anggota secara real-time untuk kepentingan dakwah dan pengembangan organisasi.
Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal transformasi digital Muhammadiyah di Tanggamus, sehingga tertib administrasi dapat terwujud mulai dari tingkat ranting hingga daerah. (Aryo)


Rabu, 24 Desember 2025

Rakerwil Lazizmu Lampung 2026 Penguatan Inovasi Sosial Terintegrasi, Berdampak, dan Berkelanjutan

 

RAKERWIL LAZISMU Lampung 2026 

Bandar Lampung — LAZISMU Wilayah Lampung menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah (RAKERWIL) LAZISMU Lampung 2026 pada tanggal 23–24 Desember 2025 sebagai bagian dari upaya meneguhkan arah gerak lembaga sekaligus memperkuat kehadiran LAZISMU di tengah masyarakat. RAKERWIL ini dilaksanakan secara hybrid, dengan pelaksanaan daring melalui Zoom pada 23 Desember 2025 dan luring pada 24 Desember 2025 bertempat di SD IT Muhammadiyah Gunung Terang, Bandar Lampung, sebagai wujud adaptasi kelembagaan LAZISMU terhadap dinamika zaman.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dr. Rimanto, S.H., M.H. selaku Ketua Dewan Pengawas Syariah LAZISMU Wilayah Lampung, Ibu Minarni, M.Pd. Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Lampung, Ir. Dwiana Suharyati, M.M. Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Bandar Lampung, pleno PCM dan PCA Langkapura, pimpinan amal usaha muhammadiyah, UPP PWM Provinsi Lampung, serta perwakilan organisasi otonom Muhammadiyah tingkat wilayah.

RAKERWIL ini diikuti 91 peserta yang berasal dari unsur Kantor Perwakilan Wilayah, 13 Kantor Wilayah Pembantu, dan 13 Kantor Layanan LAZISMU se-Lampung, serta dihadiri oleh LAZISMU Pusat, pimpinan persyarikatan Muhammadiyah, organisasi otonom, amal usaha muhammadiyah, dan mitra strategis. Kehadiran lintas unsur tersebut menegaskan semangat kolektif untuk menyatukan visi, menyelaraskan kebijakan, dan memperkuat integrasi program LAZISMU di seluruh wilayah Lampung.

Gunawan Hidayat, S.T., M.T., Sekretaris Badan Pengurus LAZISMU Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan bahwa LAZISMU tengah memasuki fase penguatan tata kelola dan integrasi program secara nasional. “Inovasi sosial LAZISMU harus dibangun di atas sistem yang terintegrasi, berbasis data, dan mampu menunjukkan dampak yang terukur,” ungkapnya, sekaligus menegaskan secara tidak langsung bahwa digitalisasi, profesionalitas amil, dan pemeliharaan kepercayaan publik menjadi fondasi utama pengembangan LAZISMU periode 2026–2030.

Sejalan dengan arah kebijakan nasional tersebut, Prof. Syafrimen, M.Ed., Ph.D., Ketua Badan Pengurus LAZISMU Wilayah Lampung, menyampaikan capaian kinerja LAZISMU Lampung sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam penghimpunan dana ZISKA. Hingga September 2025, LAZISMU Lampung berhasil menghimpun Rp 10.944.770.939,- dari target awal Rp 7.931.389.703,- , dan diproyeksikan mencapai Rp 13.203.074.555,- pada akhir tahun. “Capaian ini merupakan cerminan meningkatnya kepercayaan publik kepada LAZISMU Lampung, dan kepercayaan tersebut harus terus dijaga dengan pengelolaan yang profesional, transparan, serta program yang berdampak,” tegasnya, sembari secara tidak langsung memaparkan bahwa capaian tersebut menjadi dasar penetapan target tahun 2026.

Berdasarkan capaian tersebut, LAZISMU Lampung menetapkan target perolehan tahun 2026 sebesar Rp 15.843.689.467,- , sebagai bagian dari target nasional LAZISMU sebesar Rp 801.472.161.875,- , yang akan dicapai melalui penguatan basis penghimpunan di seluruh kantor layanan, optimalisasi kanal digital, perluasan kemitraan strategis, serta penajaman program pendayagunaan berbasis kebutuhan lokal dan pengukuran dampak.

Penguatan arah gerak LAZISMU tersebut semakin diperdalam melalui kehadiran Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Lampung di sela-sela pelaksanaan RAKERWIL, yang memberikan penguatan ideologis dengan menyampaikan sejarah dan latar belakang berdirinya LAZISMU. Ia menjelaskan bahwa LAZISMU lahir dari keprihatinan atas realitas sosial Indonesia yang masih dihadapkan pada kemiskinan, rendahnya kualitas pendidikan, dan lemahnya tatanan keadilan sosial, sekaligus dari keyakinan bahwa zakat, infak, dan wakaf memiliki potensi besar untuk mendorong keadilan sosial dan pembangunan manusia. “LAZISMU didirikan sebagai ikhtiar Muhammadiyah untuk menghadirkan pengelolaan zakat dengan manajemen modern, agar zakat benar-benar menjadi bagian dari solusi atas persoalan sosial yang terus berkembang,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa dengan budaya kerja yang amanah, profesional, dan transparan, LAZISMU terus menguatkan diri sebagai lembaga zakat yang terpercaya, yang secara tidak langsung tercermin dari meningkatnya kepercayaan publik dan meluasnya manfaat program di tengah masyarakat.

Dr. Samsul Hilal, S.Ag., M.Ag., Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Lampung yang membidangi LAZISMU, menegaskan bahwa LAZISMU memiliki posisi strategis sebagai instrumen dakwah Muhammadiyah yang bekerja langsung di ranah sosial. “LAZISMU bukan sekadar lembaga penghimpun dan penyalur zakat, tetapi bagian dari gerakan dakwah Muhammadiyah yang hadir untuk menjawab persoalan umat secara nyata,” ujarnya, seraya menegaskan secara tidak langsung bahwa penguatan LAZISMU berarti memperkuat daya hadir Muhammadiyah di tengah masyarakat.

Melalui RAKERWIL ini, LAZISMU Lampung meneguhkan komitmen bersama untuk memperkuat konsolidasi ideologis, manajerial, dan kebijakan strategis, sekaligus memastikan setiap program yang dijalankan terintegrasi secara kelembagaan, menghadirkan dampak nyata, dan berkelanjutan bagi kesejahteraan umat dan masyarakat di Provinsi Lampung. (Herly)

Minggu, 21 Desember 2025

Majelis Tabligh PDM Tanggamus Mengelar Kajian Rutin Bulanan Ahad Pagi

 

Kajian Rutin Bulanan Majelis Tabligh PDM Tanggamus

Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah ( PDM ) Kabupaten Tanggamus menyelengerakan Kajian bulanan Ahad Pagi yang di selenggarakan pada tanggal 01 Rajab 1447 H atau bertepatan tanggal 21 Desember 2025 M. Bertindak sebagai pemateri adalah Ustadz FADHOIL MARJUI ,S.Pd yang merupakan ketua Majelis Tarjih & Tajdid PDM Kabupaten Tanggamus yang membahas tentang Manhaj Tabligh.

Dalam sambutannya Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tanggamus yang di wakili oleh Ihsannudin, S.Pd mensosialisasikan tentang Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah Elektronik (eKTM) yang merupakan identitas digital resmi untuk anggota Muhammadiyah yang terintegrasi dengan aplikasi resmi MASA (Muhammadiyah 'Aisyiyah Super App), berfungsi untuk validasi keanggotaan, pembayaran iuran, infak, dan akses layanan persyarikatan secara digital, mudah, aman, dan terintegrasi, sebagai wujud transformasi digital Muhammadiyah. 

Ihsannudin, S.Pd juga menyampaikan cara mengatifkan Anggota Muhammadiyah dapat memperbaharui atau membuat kartu secara digital melalui platform atau aplikasi MASA (Muhammadiyah ‘Aisyiyah Super App). Sistem ini dirancang untuk memudahkan segala urusan administrasi keanggotaan di genggaman, ini merupakan langkah inovasi Muhammadiyah dalam memanfaatkan teknologi untuk pelayanan umat yang lebih baik

Sementara Ustadz FADHOIL MARJUI ,S.Pd selaku Pemateri dalam kajian bulanan PDM hari ini menyampaikan tentang Tuntunan Tabligh. Lebih spesifik yang di sampaikan oleh ustadz Fadhoil Marjui, S.Pd adalah membahas tentang Membangun Budaya Hidup Bersih dan Sehat, point ke 5 dari Isu-isu Keumatan. Urgensi kebersihan zahir batin dalam Islam sangat fundamental karena merupakan bagian dari iman itu sendiri, kunci sahnya ibadah (thaharah), cerminan kualitas keimanan, membawa kesehatan jasmani-rohani, serta meraih keridhan Allah dan kebahagiaan dunia akherat, mencakup kebersihan diri, pakaian, lingkungan dan hati dari kotoran fisik serta penyakit hati seperti iri, dengki dan takabur.

Baca Selengkapnya Tentang Manhaj Tabligh   

https://drive.google.com/file/d/1-bTZU7Zwx3-S3ZsNNFFj8bpc-jiHIoAA/view?usp=sharing

MPI Tanggamus





Rabu, 17 Desember 2025

Pimpinan Daerah Nasyatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Tanggamus Gelar Darul Arqom PERIAS KASMARAN

 

Pimpianan Daerah Nasyatul AIsyiyah Tanggamus Gelar Darul Arqom

Pimpinan Daerah Nasyatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Tanggamus mengelar Pelatihan Darul Arqom, Penyampaian Rislah Islam (PERIAS) Keluarga Sakinah Mawadah Warohmah Nasyiah (KASMARAN) yang diselenggarakan di SMA Muhammadiyah Gisting  pada Sabtu-Ahad, 13 – 14 Desember 2025.

Ketua panitia Desti Ristiono mengatakan kegiatan ini di ikuti oleh 82 Anggota perwakilan Nasyatul Aisyiyah Pimpinan Cabang  yang ada di Kabupaten Tanggamus.  Tujuan di adakan kegiatan ini adalah untuk Mencetak kader perempuan muda yang berakhlak mulia, Berkepribadian islami, beretika, dan menjadi teladan di keluarga, organisasi, dan masyarakat.

Wakil Bupati Agus Suranto yang hadir dalam pembukaan Darul Arqom menyampaiakn rasa bangganya menjadi bagian dari Muhammadiyah, karena beliau merupakan kader Muhammadiyah yang sekarang di percaya menjadi orang Nomor 2 di Kabupaten Tanggamus. Beliau juga menyampaikan bahwa kader itu tidak pernah minta apa-apa apa yang di beri itu di terima untuk pergerakan perserikatan dan kemaslahatan bersama. Beliau juga berharap kegiatan ini bisa Menumbuhkan semangat dakwah dan pengabdian masyarakat, Mendorong kader berkontribusi nyata dalam dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan pemberdayaan perempuan.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) yang di hadiri langsung oleh Ketua ayahanda M. Saleh mengatakan rasa Senang dan bangga dengan Ortom (Nasyatul Aisyiyah) yang melaksanakan kegiatan untuk pekaderan  untuk seluruh anggota terutama yang ada di amal. Beliau juga menyampaikan kalau  ada kegiatan supaya komunikasikan  dan koordinasikan dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM). Harapan beliau dari kegiatan ini adalah Membentuk kader Nasyiatul  ‘Aisyiyah yang berakidah kuat Menanamkan nilai-nilai Islam berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan manhaj Muhammadiyah.

MPI Tanggamus


Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Mengelar Pelatihan Bantuan Hukum Melalui Sekolah Paralegal

 

PP Muhammadiyah menggelar sekolah Paralegal di Lampung

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar Sekolah Paralegal dengan tema “Mencetak Paralegal Berkemajuan sebagai Garda Terdepan Bantuan Hukum” di Kota Metro, Provinsi Lampung, Selasa Tanggal 16 Desember 2025 di Amal Usaha SMK Muhammadiyah 3 Metro. yang di ikuti oleh Peserta dari berbagai Daerah di Provinsi Lampung. Acara di buka langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah, Dr. M. Busyro Muqoddas, S.H., M.Hum., yang hadir secara daring melalui Zoom Meeting. Sementara Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Lampung Prof. Sudarman Dalam sambutanya berharap para peserta yang telah mengikuti Sekolah Paralegal dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi hukum kepada masyarakat.
Sekolah Paralegal di laksanakan selama 3 hari di mulai tanggal 16 - `18 Desember 2025 yang di ikuti 46 Peserta dari berbagai perwakilan masing masing Pimpinan Daerah Muhammadiyah kabupaten di provinsi Lampung.
Aryo Wibowo salah satu peserta asal Tanggamus mengatakan Kegiatan ini sangat baik untuk membekali warga perserikatan Muhammadiyah yang ada di daerah dalam hal Bantuan Hukum, harapannya Ilmu yang di peroleh dalam sekolah paralegal dapat memberikan dampak positif dan menjadi bekal untuk berdakwah Amar Makruf di ranah Hukum.

MPI Tanggamus


Minggu, 14 Desember 2025

MPI Pimpinan Pusat Gelar Festifal Pers dan Literasi Muhammadiyah

Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah 
Gelar Festifal Pers dan Literasi Muhammadiyah

Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengadakan kegiatan Festifal Pers dan Literasi Muhammadiyah 2025 yang di selenggarakan di Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Metro pada hari ini Sabtu - Ahad, 13-14 Desember 2025. Yang di ikuti oleh perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah seprovinsi lampung, Ortom, serta perwakilan guru di Amal Usaha Muhammadiyah Lampung.

Maksud dan tujuan diadakan kegiatan ini menurut Dr. Roni Tabroni Wakil ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah selaku panitia kegiatan adalah

  1. Menghimpun dan mendokumentasikan sejarah perkembangan Muhammadiyah di Lampung secara sistematis dan berbasis data valid.
  2. Menginventarisasi heritage Muhammadiyah berupa bangunan bersejarah, arsip, dokumen, artefak, dan peninggalan fisik maupun nonfisik lainnya.
  3. Meningkatkan kapasitas jurnalistik warga Muhammadiyah Lampung, khususnya dalam penulisan berita, pengelolaan media, dan penyebaran informasi dakwah yang kredibel.
  4. Menguatkan jejaring komunikasi antar media Muhammadiyah, baik di level daerah maupun nasional, untuk mendukung distribusi informasi yang terintegrasi.
  5. Mendorong kesadaran literasi sejarah dan media di kalangan warga Muhammadiyah sebagai bagian dari gerakan pencerahan. 

Dalam materinya yang bertajuk “Muhammadiyah dan Tradisi Informasi”, Dr. Roni Tabroni menegaskan bahwa sejak awal berdirinya Muhammadiyah telah menjadikan media sebagai instrumen Dakwah, pencerahan dan transformasi sosial. Hal ini di tandai denganlahirnya Majalah Suara Muhammadiyah pada 13 Agustus 1915, yang di dirikan oleh KH. Ahmad Dahlan bersama Haji Fachrodin

Dr. Roni Tabroni lebih lanjut juga menegaskan bahwa keberpihakan media muhammadiyah tidak terlepas dari nilai-nilai pembaharuan islam dan gerakan sosial. Jurnalis Muhammadiyah tidak hanya berperan sebagai pelopor peristiwa, tetapi juga sebagai pemikir dan mubaligh. Dengan tugas ganda tersebut, jurnalis Muhammadiyah di harapkan mampu mentrasfer Informasi sekaligus Mencerahkan Umat, Memerdekakan Pemikiran dan memberikan Dampak Nyata bagi peningkatan Kualitas Masyarakat.

MPI Tanggamus


Rabu, 04 Oktober 2023

Koordinasi MPKSDI Tanggamus

 

KOORDINASI MPKSDI-PDM TANGGAMUS

Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PDM Tanggamus mengadakan rapat kordinasi pada hari Selasa, 3 Oktober 2023 di kediaman ayahanda Muhibbun, S.Pd., MM selaku pleno PDM yang membidangi MPKSDI Tanggamus.
Turut hadir dalam acara tersebut ketua MPKSDI PDM Tanggamus Bapak Hartono, S.Pd., sekretaris  Andi Prayoga, S.Pd., Gr. serta anggota MPKSDI yg lainnya yaitu Astamar Kirom, S.Pd., Febrian Agung, S.Pd., dan Mas Febri, S.Pd.

Ketua MPKSDI dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal yaitu pntingnya kader dalam persyarikatan, majelis kader merupakan inti dari gerakan setelah simpatisan dan warga persyarikatan secara umum, oleh karena itu dirasa perlu untuk menambahan personil Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani agar lebih maksimal dalam perkaderan. Selanjutnya disampaikan pula wacana agenda MPKSDI Tanggamus salah satunya yaitu mengikuti acara Rakerwil MPKSDI yg akan dilaksanakan pada 7-8 Oktober 2023 di Bandar Lampung.

Selanjutnya pleno PDM yang membidangi MPKSDI ayahanda Muhibbun, S.Pd., MM memberikan arahan tentang agenda kedepan majelis MPKSDI ini. "Pada prinsipnya PDM menyetujui usulan untuk penambahan personil MPKSDI  agar kegiatan perkaderan di Tanggamuas baik di persyarikatan, AUM dan Ortom dapat terlaksana dengan baik. Selain itu juga perlu melakukan kerjasama dengan majelis-majelis yg lain dalam perencanaan program. Hasil dari kegiatan Rakerwil nanti bisa diadopsi dan direalisasikan menjadi program kegiatan MPKSDI PDM Tanggamus kedepan, tentu sesuai dengan kondisi dan kebutuhan yg ada di Tanggamus". 

Dalam rakor Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PDM Tanggamus tersebut mengagendakan kegiatan:
    1. Darul Arqom/ Baitul Arqom 
    2. Pendataan Guru yang (sudah/belum) mengikuti kegiatan Baitul Arqom
    3. Penguatan Komitmen Guru.

Program Baitul Arqom diawali dari Pengurus PDM, PCM, sampai ke PRM. Selain itu juga Baitul Arqom untuk Guru dan Karyawan yg ada di AUM dimana syahadah setelah mengikuti Baitul Arqom tersebut sebagai landasan penerbitan SK Yayasan. Selain kegiatan tersebut, kedepan tentu diharapkan ada korp instruktur (LI) yg kesemuanya itu menunggu hasil turunan dari rakerwil nanti.


Senin, 02 Oktober 2023

Dialog Ideopolitor PDM Tanggamus

 


DIALOG IDIOLOGI POLITIK DAN ORGANISASI PDM TANGGAMUS 

Kamis, 12 Robiul Awwal 1445 H atau bertepatan dengan tanggal 28 September 2023 M Pimpinan Daerah Muhammadiyah kabupaten Tanggamus Mengadakan Dialog Idiologi Politik dan Organisasi (Idiopolitor) Serta Rapat Pimpinan Daerah Muhammadiyah (Rapimda) yang di ikuti Pleno PDM Tanggamus, Ketua dan Sekretaris UPP Muhammadiyah Tingkat Daerah ( Majlis dan Lembaga ), Ketua dan Sekretaris Organisasi Otonom Tingkat Daerah, Ketua dan Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Se-Tanggamus

Hadir Sebagai narasumber Prof. Dr. Sudarman. M.Ag.,  Drs. Fauzi Fatah. MM Drs. Ma’ruf Abidin. M.Pd. I yang merupan Unsur Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Lampung.

Dalam materi Idiologi Muhammadiyah Prof. Dr. Sudarman, M.Ag mengatakan :  

Ideopolitor (Ideologi, Politik, dan Organisasi) adalah upaya yang harus terus dilakukan karena bersifat sangat penting sebagai ikhtiar konsolidasi ideologis. Elemen ini harus terus didialogkan kepada para pimpinan agar memiliki alam pikiran dan gerakan yang selaras dalam hal ideologi, politik, dan organisasi. Hal ini diperkuat agar gerakan Muhammadiyah tidak centang perenang. Baik centang perenang fikirannya dan centang perenang dalam gerakannya dalam ketiga hal tersebut.

Ideologi merupakan hal yang tidak bisa dilepaskan dari politik. Kehidupan politik sangat berpengaruh terhadap beragamnya ideologi. Namun hal yang tidak mudah adalah mencari yang distingtif/ identitas khas dari pandangan pola pikir Muhammadiyah itu sendiri dibandingkan dengan yang lain. Membedakan bukan dengan makna harus saling bermusuhan atau bernegasikan. Distingsi menjadi penting agar tau posisi diri dan peran yang harus kita lakukan. Memahami distingsi juga menjadi penting untuk memahami dalam mengimplementasikan Islam sebagi pondasi tujuan utama Muhammadiyah. Ideologi dalam Muhammadiyah satu paket dengan pemahaman Islam itu sendiri. Mengapa harus identitas khusus, karena semua umat Islam yang terbagi menjadi berbagai macam gerakan masing-masing punya muara atau konteks dari mulai klasik atau modern sebagai konsekuensi dari perjalanan sejarah dengan kondisi sosiologis yang berbeda-beda.

Al-Qur’annya sama, Islamnya juga sama, namun terbagi-bagi menjadi beberapa golongan yang dipengaruhi oleh padangan para ulama mazhab. Selain itu ada penggalan pembaharuan yang lain setelah masa awal pembaharuan tersebut. Yaitu dimulai dari Ibnu Taimiyah, Rasyid Ridha, Muhammad Abduh, hingga Kyai Dahlan. Dimulai dari kejatuhan Islam lalu lahirlah Jamaludin al-Afgani yang kemudian jatuh kembali dengan berbagai penjajahan. Setiap kelahiran Islam yang baru selalu tidak bisa dilepaskan dari konteks sosiologi. Termasuk di Indonesia yang dimulai dari kehadiran Hindu yang kemudian berubah menjadi mayoritas muslim tanpa konfrontasi berdarah menjadi identitas wajah Islam Indonesia.

Menjadi tidak aneh jika di setiap negara wajah Islam dalam hal ideologi berbeda. Sesuatu yang jarang diungkap adalah kontruksi pemikiran Islam di masa Nabi Saw seperti apa. Muhammadiyah lahir untuk berupaya untuk kembali berpondasikan pada kontruksi pemikiran Islam awal yang dikontekstualisasikan pada masa kini. Dalam ikhtiarnya Muhammadiyah hadir merupakan sesuatu gerakan yang tak lazim saat itu. Ketidaklazimannya menurut Cak Nur, karena Kyai Dahlan melakukan pembaharuan yang melompati zaman.

Mengapa demikian, karena Kyai Dahlan mampu menafsirkan al-Manar dan mampu mengambil metode baru. Prof Mukti Ali menambahkan bahwa pembaharuan Dahlan unik karena berbeda dengan yang dilakukan oleh para pembaharu sebelumnya seperti yang  dibandingkan oleh Ibnu Taimiyah dan lainnya. Perbedaannya, Dahlan yaitu pertama mampu melahirkan institusi gerakan modern dalam bentuk organisasi. Kedua, melahirkan gerakan perempuan yang hadir ke ruang publik.

Namun sangat berbeda jika merujuk pada penulis-penulis Muhammadiyah masa awal menunjukkan bahwa pembaharuan Muhammadiyah sama dengan pembaharu-pembaharu sebelumnya dalam bentuk ar-Ruju’ ilal Qur’an wa Sunnah dan Amar Ma’ruf Nahi Munkar semata. Namun sesungguhnya ada yang luput ditulis dari para penulis Muhammadiyah awal yang juga sebagai distingsi dengan pembaharu yang lain meskipun beberapa hal memang sama. Jika hanya sama dengan yang lain, masalah pasti terjadi, ketika alat untuk memahami terhadap Al-Qur’an dan Sunnah secara terbatas yang hanya dibatasi pada alat masa lalu. Namun secara bersamaan dengan itu kita dihadapkan dengan konteks yang berbeda ketika zaman terus berubah. Kyai Dahlan adalah sosok kyai yang memahami dalil-dalil Naqli dengan sederhana namun begitu mendalam. Hal tersebut menjadi landasan hingga memikirkan bagaimana seharusnya cara mengamalkannya.

Sebagaimana telah diulas di atas, sebenarnya gerakan Kyai Dahlan juga memiliki aspek revivalisme seperti yang lain. Misalkan beliau tidak setuju berlebihan terhadap kuburan. Namun di saat yang sama tidak setuju pula dengan cara menghancurkan berbagai hal telah ditinggalkan masa lalu. Termasuk menghancurkan kuburan tersebut. Itulah mengapa Muhammadiyah sebenarnya sama sekali tidak melarang warganya untuk berziarah ke kubur. Karena sesungguhnya hal tersebut termasuk sunnah Nabi Saw. Salah satu buktinya adalah Nabi Saw pernah memberikan tuntunan adab dalam memasuki kuburan. Selain itu menjadi yang contoh lain yang sangat terkenal adalah ketika Kyai Dahlan menafsirkan surat Al-Ma’un dan Al-‘Ashr.

Sebagaimana juga telah disebutkan di atas, ketika menafsirkan peran gender dalam Islam, Kyai Dahlan bersama dengan Nyai Dahlan melahirkan gerakan perempuan. Seluruh gerakan Muhammadiyah itu dilandasi oleh teologi Islam. Ayat yang menjadi inspirasi Muhammadiyah bukan hanya Ali Imron 104 tapi juga 110 yang menekankan identitas umat terbaik. Umat terbaik itu bukan hanya tawasuth saja, akan tetapi umat wasatan itu juga menjadi saksi bagi kehidupan.

Tafsir Muhammadiyah kekinian inilah yang melahirkan pandangan Muhammadiyah tentang negara Pancasila sebagai Darul ‘Ahdi wa Syahadah. Inilah yang juga jika seandainya dibandingkan dengan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) itu lahir berdasarkan ideologi dan teologi dari gerakan cinta kasih yang bergabung dengan pemahaman Marxisme. Itulah mengapa para LSM itu dalam perjalanan negara selalu dalam posisi sebagai oposisi penguasa.

Muhammadiyah juga bukan hanya purifikasi, akan tetapi juga dinamisasi dengan al-Islah al-Islam. Semangat tajdid mengembalikan pada tempatnya, menghidupkan sunnah Nabi Saw yang ditinggalkan. Muhammadiyah juga disebut sebagai gerakan reformis modernis dengan makna memperbaharui dan mentransformasikan Islam. Kuntowijoyo menyebut Muhammadiyah gerakan Liberasi, humanisasi, dan transedensi. Muhammadiyah kuat pada teologi amaliah yang melembaga. Seperti PKU, Panti Asuhan yang melakukan pembebasan kepada semua tanpa batas agama.

Hingga saat ini, Muhammadiyah satu-satunya di dunia gerakan Islam yang memiliki ribuan amal usaha. Inilah menjadi distingsi dengan yang lain. Melalui sejarah dan perjalanan tersebut Majelis Tarjih dan Tajdid kemudian melahirkan bayani, burhani, dan ‘irfani sebagai pondasi dasar dalam Ijtihad yang sebenarnya telah dimulai oleh Kyai Dahlan. Nilai-nilai dasar ini juga telah tertuang dalam MKCH poin kedua yang menjadikan Muhammadiyah tidak pada posisi Khawarij atau Muktazilah. Oleh karena itu, maka bacalah apa yang ditinggalkan oleh produk-produk resmi Muhammadiyah sebagai ideologi resmi Muhammadiyah.

Di Lanjutkan Materi ke Dua tentang Politik Muhammadiyah Drs. Fauzi Fatah. MM Mengatakan 

Islam tidak bisa dilepaskan oleh politik. Dalam konteks sitem politik, Muhammadiyah berpandangan bahwa sistem politik bukanlah yang qath’i, tapi bersifat Ijtihadi. Khalifah di dalam Al-Qur’an yang sebenarnya disebut sebagai wakil Allah lalu kemudian sebagian kelompok merubahnya menjadikan sebagai satu sistem politik. Menjadi keliru jika sistem politik dijadikan sebagai sesuatu yang mutlak. Politik tidak semua menjadi prinsip, karena termasuk perkara mu’amalah dunyawiyah. Maka terbuka dan luweslah yang lebih besarlah dalam hal ini sebagaimana kaidah ushul “segala sesuatu adalah boleh kecuali yang diharamkan”. Demikian halnya pula pada persoalan ekonomi dan urusan dunia lainnya. Kemajuan menjadi lambat karena terlalu banyak gerakan revivalisme saat ini.

Dalam konteks politik praktis kekuasaan, mengapa Muhammadiyah tidak mengambil jalur politik praktis, karena dalam sejarahnya gerakan Islam ketika masuk pada ranah ini seringkali mengalami kekalahan. Namun Muhammadiyah juga tidak anti politik. Jika ada kader Muhammadiyah masuk dalam politik kekuasaan, maka gunakanlah cara-cara Muhammadiyah dalam politik kekuasaan. Jangan menggunakan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan dalam politik yang seluruhnya bersifat temporer atau sangatlah sementara. Muhammadiyah juga berpandangan bahwa mengurus politik dan mengurus umat sama halnya dengan berdakwah dengan muara akhir yang sama.

Sementara Materi ke Tiga tentang Organisasi Muhammadiyah Drs. Ma’ruf Abidin. M.Pd. I Menyampaikan :

Bagi Muhammadiyah berorganisasi menjadi penting karena perintah dari agama. Organisasi bergerak seperti organisme pada manusia. Organisasi perlu diberikan langkah-langkah untuk terus bisa bertahan hidup. Ada empat cara agar organisasi tetap hidup. Satu, beradaptasi atau kemampuan menyesuaikan diri. Seperti halnya kehadiran Islam di nusantara yang beradaptasi dengan apa yang sudah ada. Maka Islam Indonesia berwajah ramah dan bersahabat. Jika untuk saat ini, apakah sudah seluruhnya urusan organisasi Muhammadiyah sudah beradaptasi dengan teknologi. Apakah saat ini setiap gerakan organisasi apakah seluruhnya sudah terdigitalisasi. Jangan sampai hanya urusan pribadi dalam bermedsos saja kita begitu akrab dengan digital.

Kedua, organisasi akan mampu bertahan jika disertai dengan kemampuan untuk mengintegrasikan diri. Jangan sampai semua bergerak sendiri-sendiri. Termasuk kepada seluruh ortom sekalipun. Semua harus tunduk dan patuh pada sistem, ideologi, dan bersama-sama bergerak dalam dakwah untuk mencapai tujuan yang sama. Selain itu, Muhammadiyah hidup yang terikat dalam ruang dan waktu. Muhammadiyah lahir pada bangsa yang sudah ada. Pada saat itu terdapat begitu banyak gerakan-gerakan lain yang sudah hadir hingga saat ini. Karena  Muhammadiyah berada dalam sistem bangsa, maka juga harus berkolerasi dan berkolaborasi juga dengan gerakan yang lain.

Ketiga, harus ada tujuan yang akan tercapai. Setiap musyawarah dalam jenjang kepemimpinan Muhammadiyah pastilah memiliki target. Jika tidak tercapai semua, maka ambil prinsip prioritas. Itulah mengapa dengan tujuan seluruh elemen harus bergerak bersama dalam mencapai tujuan yang sama tersebut. Jika ada yang menyimpang langkah-langkahnya, maka ingatkan bersama-sama. Keempat, melakukan maintenance dalam bentuk luwes, bijak, terkadang juga jenaka, dan butuh ketaktisan.

Muhammadiyah itu seperti pesawat airbus yang sangat besar yang tidak bisa digunakan untuk banyak bermanufer. Kita terkadang perlu luwes namun juga tegas. Selain itu, tidak lupa sebagai pimpinan untuk banyak melakukan pelayanan umat.  Namun dalam Muhammadiyah jangan sampai ada pemimpin hanya larut pada pelayanan umat dalam bentuk ceramah-ceramah saja. Namun juga harus membuat agenda strategis perubahan. Jangan hanya sebagai orator yang pandai retorika namun tidak gigih dalam memajukan dan melahirkan amal usaha.

Oleh karena itu, tujuan akhir Muhammadiyah adalah khoiru ummahKhoiru Ummah harus terus diupayakan secara bertahap. Tidak mungkin umat terbaik itu akan dicapai dengan jalan instan. Umat terbaik dalam perspektif Islam adalah umat yang subur dengan pemikiran-pemikiran dan amal-amalnya. Sebagai pimpinan Muhammadiyah teruslah  mengupdate pemikiran-pemikrannya. Jangan sampai Muhammadiyah sebagai gerakan itu kering para pemikir-pemikir Islamnya. Maka ke depan Muhammadiyah haruslah subur pemikiran-pemikiran dan amal-amalnya.