Kotaagung- Majelis
Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tanggamus menyelenggarakan
Kajian Rutin Bulanan pada Ahad, 25 Januari 2025,
bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah
Kotaagung. Kegiatan ini mengangkat tema “Tarhib Ramadhan” sebagai bentuk persiapan warga
Muhammadiyah dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H dengan tertib,
terencana, dan berlandaskan tuntunan syariat. Bertindak sebagai pemateri adalah
Ustadz.Dr,Bairus Salim,M,A merupakan Majelis
Tajih PWM Lampung
Pengajian bulanan tersebut diikuti oleh jajaran Pleno Pimpinan Daerah
Muhammadiyah (PDM) Tanggamus, pimpinan majelis dan lembaga, Pimpinan Cabang dan
Ranting Muhammadiyah se-Kabupaten Tanggamus, organisasi otonom, serta warga
Muhammadiyah dan masyarakat umum. Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran
yang memenuhi Gedung Dakwah sejak pagi hari.
Ihsannudin Selaku Pleno PDM Kabupaten Tanggamus dalam sambutannya
menyampaikan tentang hasil dari ToT yang di selenggarakan oleh Pimpinan Wilayah
Muhammadiyah (PWM) Provinsi Lampung 16 Januari 2026 tentang Satu Data Muhammadiyah (SatuMu)
yang mencakup Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM), Sebagai wadah untuk mengelola seluruh organisasi yang berada di dalam
Persyarikatan Muhammadiyah. Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM),
yang melalui sistem e-KTAM, data identitas dan keanggotaan warga Muhammadiyah
dikelola secara nasional dan terintegrasi. IuranMu Sistem digital untuk pengelolaan dan
distribusi iuran anggota secara terpusat, transparan, dan
terintegrasi. Jaringan Informasi dan Dokumen Hukum (JIDH), Pusat data
hukum, keputusan, dan kebijakan yang menjadi rujukan seluruh entitas
Persyarikatan Muhammadiyah.
Beliau juga mengingatkan agar masing-masing
Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) segera segera menugaskan Agen dan
Verifikator agar SatuMu yang berada dalam aplikasi MASA platform digital terpadu yang mendukung tata kelola
Persyarikatan Muhammadiyah dan membangun Satu Data Muhammadiyah melalui
integrasi layanan keanggotaan, organisasi, iuran, dan layanan lainnya. segera dapat terealisasikan sampai tingkatan
ranting
Sementara itu Ustadz.Dr,Bairus Salim,M,A
dalam meterinya menyampaikan tentang Tarhib Ramadhan sebagai bentuk persiapan
warga Muhammadiyah dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H dengan tertib,
terencana, dan berlandaskan tuntunan syariat. Menyambut Bulan Ramadhan seyogyanya
di mulai dalam Bulan Rajab dalam mempersiapkannya.
Abu Bakr Al-Balkhi rahimahullah
pernah mengatakan: ِ
“Bulan
Rajab adalah bulan menanam, bulan Sya’ban adalah bulan menyirami tanaman dan
bulan Ramadhan adalah bulan memanen tanaman.”
Dan dia juga mengatakan: َ
“Perumpamaan
bulan Rajab adalah seperti angin, bulan Sya’ban seperti awan yang membawa hujan
dan bulan Ramadhan seperti hujan. Barang siapa yang tidak menanam di bulan
Rajab dan tidak menyiraminya di bulan Sya’ban bagaimana mungkin dia memanen
hasilnya di bulan Ramadhan.” (Lathaiful-Ma’arif libni Rajab Al-Hanbali hal.
130)
Bulan Rajab adalah
bulan yang haram, dikatakan bulan yang haram karena
Al Qodhi Abu Ya’la rahimahullah mengatakan, “Dinamakan bulan
haram karena dua makna:
1. Pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan.
Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian.
2.
Pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan
haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan
tersebut.
3. Memperbanyak melakukan ketaatan seperti memperbanyak
puasa sunnah
Amalan di bulan Sya’ban :
1.
Memperbanyak Puasa Sunnah
Diriwayatkan
dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha bahwasanya dia berkata, “Dulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sampai kami
mengatakan bahwa beliau tidak berbuka, dan berbuka sampai kami mengatakan bahwa
beliau tidak berpuasa. Dan saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasa dalam sebulan kecuali di bulan Ramadhan.
Dan saya tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada bulan
Sya’ban.” (HR Al-Bukhari no. 1969 dan Muslim 1156/2721)
2.
Memperbanyak Membaca Al-Quran
Salamah
bin Kuhail rahimahullah (Muhaddits Tabi’in) berkata: “Dulu dikatakan bahwa bulan Sya’ban adalah bulan para qurra’ (pembaca
Al-Qur’an).” Begitu pula yang dilakukan oleh ‘Amr bin Qais rahimahullah apabila
beliau memasuki bulan Sya’ban beliau menutup tokonya dan mengosongkan dirinya
untuk membaca Al-Qur’an”. (Lathaiful-Ma’arif libni Rajab Al-Hanbali hal.
138)
3.
Memperbanyak amal sholih lainnya
Abu Bakr
Al-Balkhi rahimahullah pernah mengatakan: “Bulan
Rajab adalah bulan menanam, bulan Sya’ban adalah bulan menyirami tanaman dan
bulan Ramadhan adalah bulan memanen tanaman” (Lathaiful-Ma’arif libni Rajab Al-Hanbali hal.
130)
4.
Menjauhi perbuatan syirik dan permusuhan
Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya
Allah muncul di malam pertengahan bulan Sya’ban dan mengampuni seluruh
makhluknya kecuali orang musyrik dan musyahin.” (HR Ibnu Majah no. 1390.
Di-shahih-kan oleh Syaikh AlAlbani dalam Shahih Sunan Ibni Majah)
Sefudin selaku ketua
majelis Tabligh PDM Tanggamus mengatakan bahwa pengajian bulanan ini merupakan momen agenda
warga Muhammadiyah untuk memperkuat pemahaman keislaman anggota serta
menyamakan visi gerakan dakwah, khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
Ia berharap tema Tarhib Ramadhan dapat menjadi pedoman bagi seluruh amal usaha
dan warga Muhammadiyah dalam menjalankan program Ramadhan yang tertib, efektif,
dan memberi dampak nyata bagi umat. (Pak B)
Materi Selengkapnya :
https://drive.google.com/file/d/1nGoBok94ZEn1tLV3jTcbV2M1kZXxu13h/view?usp=sharing
