Minggu, 25 Januari 2026

Kajian Bulanan Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tanggamus Tarhib Ramadhan Amalan Bulan Rajab dan Sya’ban, serta Permasalahan Seputar Ziarah Kubur

 

Kotaagung- Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tanggamus menyelenggarakan Kajian Rutin Bulanan pada Ahad, 25 Januari 2025, bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kotaagung. Kegiatan ini mengangkat tema “Tarhib Ramadhan” sebagai bentuk persiapan warga Muhammadiyah dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H dengan tertib, terencana, dan berlandaskan tuntunan syariat. Bertindak sebagai pemateri adalah Ustadz.Dr,Bairus Salim,M,A  merupakan Majelis Tajih PWM Lampung

Pengajian bulanan tersebut diikuti oleh jajaran Pleno Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tanggamus, pimpinan majelis dan lembaga, Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah se-Kabupaten Tanggamus, organisasi otonom, serta warga Muhammadiyah dan masyarakat umum. Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran yang memenuhi Gedung Dakwah sejak pagi hari.

Ihsannudin Selaku Pleno PDM Kabupaten Tanggamus dalam sambutannya menyampaikan tentang hasil dari ToT yang di selenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Provinsi Lampung 16 Januari 2026 tentang Satu Data Muhammadiyah (SatuMu) yang mencakup  Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM), Sebagai wadah untuk mengelola seluruh organisasi yang berada di dalam Persyarikatan Muhammadiyah. Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM), yang melalui sistem e-KTAM, data identitas dan keanggotaan warga Muhammadiyah dikelola secara nasional dan terintegrasi. IuranMu Sistem digital untuk pengelolaan dan distribusi iuran anggota secara terpusat, transparan, dan terintegrasi. Jaringan Informasi dan Dokumen Hukum (JIDH), Pusat data hukum, keputusan, dan kebijakan yang menjadi rujukan seluruh entitas Persyarikatan Muhammadiyah.

Beliau juga mengingatkan agar masing-masing Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) segera segera menugaskan Agen dan Verifikator agar SatuMu yang berada dalam aplikasi MASA platform digital terpadu yang mendukung tata kelola Persyarikatan Muhammadiyah dan membangun Satu Data Muhammadiyah melalui integrasi layanan keanggotaan, organisasi, iuran, dan layanan lainnya. segera dapat terealisasikan sampai tingkatan ranting

Sementara itu Ustadz.Dr,Bairus Salim,M,A dalam meterinya menyampaikan tentang Tarhib Ramadhan sebagai bentuk persiapan warga Muhammadiyah dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H dengan tertib, terencana, dan berlandaskan tuntunan syariat. Menyambut Bulan Ramadhan seyogyanya di mulai dalam Bulan Rajab dalam mempersiapkannya.

Abu Bakr Al-Balkhi rahimahullah pernah mengatakan: ِ

“Bulan Rajab adalah bulan menanam, bulan Sya’ban adalah bulan menyirami tanaman dan bulan Ramadhan adalah bulan memanen tanaman.”

 

Dan dia juga mengatakan: َ

“Perumpamaan bulan Rajab adalah seperti angin, bulan Sya’ban seperti awan yang membawa hujan dan bulan Ramadhan seperti hujan. Barang siapa yang tidak menanam di bulan Rajab dan tidak menyiraminya di bulan Sya’ban bagaimana mungkin dia memanen hasilnya di bulan Ramadhan.” (Lathaiful-Ma’arif libni Rajab Al-Hanbali hal. 130)

Bulan Rajab adalah bulan yang haram, dikatakan bulan yang haram karena  

Al Qodhi Abu Ya’la rahimahullah mengatakan, “Dinamakan bulan haram karena dua makna:

1.   Pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian.

2.      Pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan tersebut.

3.     Memperbanyak melakukan ketaatan seperti memperbanyak puasa sunnah

 

Amalan di bulan Sya’ban :

1.      Memperbanyak Puasa Sunnah

Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha bahwasanya dia berkata, “Dulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sampai kami mengatakan bahwa beliau tidak berbuka, dan berbuka sampai kami mengatakan bahwa beliau tidak berpuasa. Dan saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasa dalam sebulan kecuali di bulan Ramadhan. Dan saya tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada bulan Sya’ban.” (HR Al-Bukhari no. 1969 dan Muslim 1156/2721)

2.      Memperbanyak Membaca Al-Quran

Salamah bin Kuhail rahimahullah (Muhaddits Tabi’in) berkata: “Dulu dikatakan bahwa bulan Sya’ban adalah bulan para qurra’ (pembaca Al-Qur’an).” Begitu pula yang dilakukan oleh ‘Amr bin Qais rahimahullah apabila beliau memasuki bulan Sya’ban beliau menutup tokonya dan mengosongkan dirinya untuk membaca Al-Qur’an”. (Lathaiful-Ma’arif libni Rajab Al-Hanbali hal. 138)

3.      Memperbanyak amal sholih lainnya

Abu Bakr Al-Balkhi rahimahullah pernah mengatakan: “Bulan Rajab adalah bulan menanam, bulan Sya’ban adalah bulan menyirami tanaman dan bulan Ramadhan adalah bulan memanen tanaman (Lathaiful-Ma’arif libni Rajab Al-Hanbali hal. 130)

4.      Menjauhi perbuatan syirik dan permusuhan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah muncul di malam pertengahan bulan Sya’ban dan mengampuni seluruh makhluknya kecuali orang musyrik dan musyahin.” (HR Ibnu Majah no. 1390. Di-shahih-kan oleh Syaikh AlAlbani dalam Shahih Sunan Ibni Majah)

 

Sefudin selaku ketua majelis Tabligh PDM Tanggamus mengatakan bahwa pengajian bulanan ini merupakan momen agenda warga Muhammadiyah untuk memperkuat pemahaman keislaman anggota serta menyamakan visi gerakan dakwah, khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Ia berharap tema Tarhib Ramadhan dapat menjadi pedoman bagi seluruh amal usaha dan warga Muhammadiyah dalam menjalankan program Ramadhan yang tertib, efektif, dan memberi dampak nyata bagi umat. (Pak B) 

Materi Selengkapnya :

https://drive.google.com/file/d/1nGoBok94ZEn1tLV3jTcbV2M1kZXxu13h/view?usp=sharing



Previous Post
Next Post
Related Posts