Minggu, 19 April 2026

Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tanggamus Menyelenggarakan Pengajian Rutin Bulanan.

 

Kotaagung – Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tanggamus menyelenggarakan pengajian bulanan pada Ahad, 19 April 2026 di Gedung Dakwah PDM kabupaten Tanggamus. Kegiatan ini mengangkat tema “Menjaga Tauhid Warga Persyarikatan Muhammadiyah” sebagai upaya memperkuat akidah dan komitmen keislaman warga Muhammadiyah.

Pengajian di hadiri oleh Pleno Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tanggamus beserta UPT Majelis dan Lembaga PDM Tanggamus, Pimpinan Cabang dan Ranting, Ortom, Warga Perserikatan Muhammadiyah serta Simpatisan Muhammadiyah Se Kabupaten Tanggamus,

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tanggamus Drs. H. M Saleh, SE, MM dalam sambutanya menyampaiakan berdasarkan Fatwa Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang Kebolehan pengalihan penyembelihan hewan Dam (Khususnya haji tamattu’  dan qiram) tidak wajib di Makkah, tetapi di perbolehkan di Negara asal jamaah (tanah air) maka KBIH Ahmad Dahlan Gisting akan melaksanan penyembelihan hewan Dam di daerah Asal yaitu Tanggamus

Dr. Samsul Hilal, M.Pd yang merupakan Pleno Pimpinan Wilayah (PWM) Lampung Dalam penyampaian materinya menekankan pentingnya menjaga kemurnian tauhid dari berbagai bentuk penyimpangan, baik yang bersifat tradisi maupun pengaruh pemikiran yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Tauhid sebagai fondasi utama dalam beragama menjadi perhatian serius dalam gerakan Muhammadiyah. Oleh karena itu, warga persyarikatan diharapkan senantiasa berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah, serta menjauhi praktik-praktik yang dapat merusak akidah.

Syamsul Hilal juga menyampaiakan Warga perserikatan Muhammadiyah hendahlah meniru Lebah karena Lebah adalah satu hewan yang istimewa dan unik. Mereka adalah hewan yang diperintahkan Allah untuk melaksanakan tugas-tugasnya di muka bumi. Dengan kata lain, hewan lebah ini telah diberikan wahyu oleh Allah tentang fitrahnya di dunia. Adapaun perihal ini telah dijelaskan Allah dalam surat An-Nahl ayat 68:

“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).”

Lebah menjadi salah satu hewan yang namanya tidak hanya disebut dalam Al-Quran, melainkan dijadikan nama surat, yaitu An-Nahl. Allah menciptakan sebuah makhluk yang sangat istimewa yaitu lebah yang mempunyai manfaat bagi manusia. Salah satu keistimewaan lebah ialah, koloni-koloni lebah menghasilkan madu. Madu tersebut telah menjadi konsumsi yang lazim bagi manusia bahkan seringkali digunakan untuk obat. Karena keistimewaan tersebut manusia hingga hari ini terus menerus membudidayakan lebah madu

PDM Tanggamus dalam kesempatan tersebut juga mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk terus meningkatkan pemahaman agama melalui pengajian rutin, sehingga nilai-nilai tauhid dapat terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam aktivitas persyarikatan.(Pak B)

Latest
Next Post
Related Posts